4 Asumsi Dasar Akuntansi

Dalam prinsip akuntansi yang berlaku umum, terdapat empat asumsi dasar yang melandasi proses  penyusunan laporan akuntansi secara keseluruhan, diantaranya:

1. Asumsi Entitas Ekonomi (Economic Entity Assumption)

Aktivitas ekonomi dapat diindetifikasikan dengan unit pertanggungjawaban. Artinya, aktivitas sebuah perusahaan bisnis dapat dipisahkan serta dibedakan dari pemiliknya serta unit bisnis lain. Konsep ini tidak berlaku sematmata untuk pemisahan aktivitas antar perusahaan bisnis. Untuk tujuan akuntansi, perusahaan dipisahkan dari pemegang saham atau pemilik.

Sebagai contoh, Bapak Andi adalah pengusaha restoran, tidak boleh menyatukan pengeluaran pribadinya dengan pengeluaran untuk usahanya. Pak Andi menyewa tempat tinggal untuk keluarga pribadi, maka pengeluarannya tidak boleh dicampur dengan pengeluaran untuk usahanya. Ini dikategorikan pengeluaran pribadi. Demikian halnya juga dengan apabila Pak Andi mempunyai usaha yang berbeda lagi, misalnya punya bengkel motor.

Nah, pengeluaran bengkel motor ini juga harus dipisahkan dengan restorannya serta pribadinya. Jadi bisa disimpulkan bahwa entitas ekonomi maksudnya adalah pemisahan pencatatan antara transaksi perusahaan sebagai entitas ekonomi dengan transaksi pemilik sebagai individu dan transaksi entitas ekonomi lainnya

2. Asumsi Kelangsungan Hidup (Going Concern Assumption)

Asumsi bahwa perusahaan tersebut mempunyai umur yang panjang. Artinya, perusahaan tidak dilikuidasi dalam jangka waktu dekat, akan tetapi diharapkan perusahaan dapat beroperasi dalam jangka waktu yang tak terbatas dan ada anggapan bahwa mempunyai cukup waktu bagi suatu perusahaan untuk menyelesaikan usaha, kontrak-kontrak dan perjanjian-perjanjian, kecuali joint venture.

Jika tidak ada asumsi ini , maka berarti tidak akan ada penyusutan atas asset tetap , karena asset tetap yang dibeli tidak akan dicatat sebesar harga  perolehannya , melainkan dicatat sebesar nilai pada saat perusahaan dilikuidasi . Demikian  juga tidak akan ada penggolongan lancar dan tidak lancar atas asset dan kewajiban.

Jadi, dalam praktek akuntansi yang berlaku umum , penyusutan atas asset tetap dan penggolongan asset serta kewajiban kedalam lancar dan tidak lancar timbul karena adanya asumsi kesinambungan usaha. Asumsi ini berlaku dalam banyak situasi bisnis.

3. Asumsi Unit Moneter (Monetary Unit Assumption)

Asumsi bahwa uang adalah denominator umum dari aktivitas ekonomi dan merupakan dasar yang tepat bagi pengukuran dan analisis akuntansi. Ini adalah cara yang paling efektif untuk menunjukkan kepada pihak yang berkepentingan tentang perubahan modal serta pertukaran jasa dan barang.

Data Transaksi yang akan dilaporkan dalam catatan akuntansi harus dapat dinyatakan dalam satuan mata uang (unit moneter). Asumsi ini memungkinkan akuntansi untuk mengukur setiap transaksi bisnis/peristiwa ekonomi ke dalam nilai mata uang.

Beberapa transaksi yang terjadi salam suatu perusahaan dapat dicatat dengan menggunakan ukuran unit fisik atau waktu. Tapi karena tidak semua transaksi itu bisa menggunakan ukuran unit fisik yang sama sehingga akan menimbulkan kesulitan-kesulitan di dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan.

Untuk mengatasi masalah ini maka semua transaksi yang terjadi akan dinyatakan di dalam catatan dalam bentuk unit moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang digunakan adalah mata uang dari negara di mana perusahaan itu berdiri. Perencanaan transaksi dengan menggunakan ukuran mata uang pada saat terjadinya suatu transaksi disebut pencatatan yang didasarkan ada biaya historis.

Dasar ini digunakan dengan suatu anggapan bahwa daya beli unit moneter yang dipakai adalah stabil dari perubahan-perubahan daya beli yang terjadi tidak akan mengakibatkan penyesuaian-penyesuaian. Namun jika terjadi perubahan daya beli yang besar (terutama dalam keadaan inflasi) maka laporan-laporan keuangan yang disusun dengan dasar biaya historis akan memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan keadaan dan dengan demikian kegunaannya akan berkurang.

4. Asumsi Periodisitas (Time Period Assumption)

Cara yang paling akurat untuk mengukur hasil operasi perusahaan adalah dengan mengukurnya pada saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Namun, pihak yang berkepentingan baik internal maupun eksternal tidak bisa menunggu selama itu untuk menerima informasi tentang hasil operasi. Informasi akuntansi dibutuhkan atas dasar ketepatan waktu (timely basis) .

Umur aktivitas  perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa periode akutansi , seperti bulanan (monthly), tiga bulanan (quarterly), atau tahunan ( annualy) . Kegiatan perusahaan berjalan terus dari periode yang satu ke periode yang lain dengan volume dan laba yang berbeda. Pemakai perlu diberitahu tentang kinerja dan status ekonomi perusahaan dari waktu ke waktu agar dapat mengevaluasi dan membandingkan dengan perusahaan lain.

Masalah yang timbul adalah pengakuan dan pengalokasian ke dalam periode-periode tertentu di mana dibuat laporan-laporan keuangan. Laporan-laporan keuangan ini harus dibuat tepat pada waktunya. Agar berguna bagi manajemen, pemilik dan kreditur. Oleh karena itu harus dilakukan alokasi ke periode-periode untuk transaksi-transaksi yang mempengaruhi beberapa periode. Alokasi ini dilakukan dengan taksiran-taksiran. Semakin pendek periode waktu, semakin sulit menentukan laba bersih yang tepat untuk periode bersangkutan.

Hasil bulanan biasanya tidak seakurat hasil kuartalan dan hasil kuartalan biasanya tidak seakurat hasil tahunan. Investor menginginkan agar informasi semacam itu diproses dan disebarkan secara cepat namun, semakin pendek periode penerbitan informasi semakin tinggi profitabilitas ketidakakuratannya. Masalah penentuan periode waktu menjadi lebih serius karena siklus hidup produk menjadi semakin pendek dan produk menjadi sangat usang. (DY)

 

5 Manfaat Akuntansi bagi Perusahaan

Sebelumnya kita kenalan dulu dengan yang namanya perusahaan. Kalau kita sebut banyak sekali perusahaan apalagi yang sudah punya nama, contoh Mc Donald’s, General Motor, AT&T, dan lain sebagainya. Atau mungkin perusahaan lokal misal pom bensin, toko, restoran, apotik atau tempat kita bekerja, industry home juga termasuk. Namun, apa kesamaan di antara perusahaan-perusahaan tersebut yang membuat semuanya disebut perusahaan?

Secara umum perusahaan adalah organisasi dimana input (bahan baku dan tenaga kerja) menghasilkan output (barang dan jasa) untuk pelanggan. Sedangkan pelanggan adalah individu atau perusahaan lain yang membeli output dari perusahaan tersebut dengan menggunakan alat bayar atau barang berharga lainnya. Tujuan dari perusahaan ini adalah memaksimumkan keuntungan. Keuntungan / laba (profit) adalah jumlah yang diterima dari pelanggan atas pembelian output dikurang dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli input agar menghasilkan output. Namun ada juga perusahaan yang tujuannya bukan untuk memaksimumkan laba seperti organisasi nirlaba (LSM). Kita telusuri lebih lanjut tentang perusahaan ini.

JENIS-JENIS PERUSAHAAN

Perusahaan Pabrikan (Manufacturing Business)

Menurut Wikipedia:

“Suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.”

Misal; Sepatu olahraga yang dihasilkan oleh pabrik Nike, Adidas, Puma, dan lain sebagainya.

Perusahaan Dagang (Merchandising Business)

Perusahaan yang kegiatannya menjual barang yang telah dibelinya dari perusahaan lain kepada pelanggan. Contoh: Hypermart, Alfamart, Indomaret menjual segala kebutuhan dari produsen lain.

Perusahaan Jasa (Services Business)

Perusahaan yang menghasilkan jasa bukan barang atau produk. Misal; Kantor Konsultan atau yang lebih besar lagi seperti Disney yang bergerak dalam hiburan.

BENTUK-BENTUK PERUSAHAAN

Perusahaan Perorangan

Perusahaan ini mempunyai kelebihan, diantaranya; mudah dibentuk, peraturan sedikit dan tidak ada pajak perusahaan. Namun disamping itu juga ada kekurangannya, yaitu; umur terbatas, kewajiban tidak terbatas dan sulit meningkatkan modal karena bergantung pada harta milik pribadi.

Persekutuan

Perusahaan yang didirikan oleh dua atau lebih. Kelemahan dan kekurangannya juga sama dengan perusahaan perorangan. Contoh; toko kecantikan.

Korporasi (Perseroan Terbatas)

Perusahaan ini didirikan berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku. Nah, kepemilikan dalam perseroan ini dalam bentuk lembar saham. Keuntungannnya adalah umur tak terbatas, mudah transfer kepemilikkan, kewajiban terbatas dan mudah meningkatkan modal. Kerugiannya adalah pajak ganda dan biaya persiapan. Contoh: Ford, Coca Cola Company, General Motors dan masih banyak lagi. Di Amerika, bentuk perusahaan ini memegang peranan penting dalam perekonomian karena lebih dari 90% penerimaan dari hasil transaksi usaha dikuasai korporasi

Dalam perusahaan ini ada pihak-pihak yang berkepentingan yang mempunyai kepentingan dalam menentukan kinerja dari perusahaan tersebut, diantaranya sebagai berikut:

  • Pemilik: Orang yang menginvestasikan seluruh sumber dayanya untuk perusahaan dengan alasan untuk mendapatkan nilai yang paling ekonomis atas hasil dari investasi mereka.
  • Manajer: Orang yang dipercaya oleh pemilik dan tugasnya adalah mengevaluasi kinerja ekonomi perusahaan.
  • Karyawan: Orang yang mengeluarkan jasanya untuk kepentingan perusahaan dimana mereka dibayar.
  • Pelanggan: Orang yang membeli jasa atau barang yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Pelanggan ini mempunyai peran penting dalam keberlangsungan hidup perusahaan.
  • Kreditor: Orang yang menginvestasikan sumber dayanya melalui pemberian kredit. Perusahaan adalah pelanggan kreditor. Untuk memperoleh kembali investasi mereka, perusahaan harus menghasilkan uang tunai yang cukup untuk membayar para kreditor.
  • Pemerintah: Ini ada kaitannya dengan pajak yang dipungut. Semakin baik kinerja perusahaan tersebut, semakin besar pajak yang dipungut oleh pemerintah.

Lalu apa peranan Akuntansi dalam sebuah perusahaan?

Misal, laporan akuntansi yang mengikhtisarkan profitabilitas produk baru dapat membantu manajemen Mc Donald memutuskan apakah akan melanjutkan penawaran. Kemudian analis keuangan juga menggunakan laporan akuntansi untuk memutuskan apakah akan merekomendaasikan pembelian saham Mc Donald. Bank juga seperti itu, mereka menggunakan laporan akuntansi untuk memutuskan jumlah pemberian kredit pada Mc Donald. Pemasok juga seperti itu, menggunakan laporan akuntansi untuk memutuskan apakah akan menawarkan bahan baku dan perlengkapan kepada Mc Donald secara kredit. Pemerintah daerah dan pusat juga menggunakan laporan akuntansi untuk mengetahui jumlah pembayaran pajak Mc Donald.

Jadi, disini Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting untuk perusahaan karena melalui akuntansilah informasi perusahaan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Supaya akuntansi ini menghasilkan informasi bagi pihak yang berkepentingan hendaknya:

  • Perusahaan harus mengidentifikasikan siapa saja yang termasuk pihak-pihak berkepentingan.
  • Perusahaan mengevaluasi kebutuhan informasi dari mereka.
  • Merancang sistem informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan informasi
  • Mencatat data ekonomi mengenai kegiatan usaha dan hal-hal yang terjadi pada perusahaan.
  • Menyiapkan laporan akuntansi untuk pihak yang berkepentingan.

Pihak yang berkepentingan di sini ada internal dan eksternal. Internal itu termasuk pemilik, manajer dan karyawan. Sedangkan eksternal terdiri dari pelanggan, kreditor dan pemerintah. (DY)

Definisi Akuntansi Menurut Sudut Pandang Ibu Rumah Tangga

Tak kenal maka tak sayang begitulah pepatah yang sering kita dengar.

Apa sih akuntansi itu. Kalau secara mudah pengertiannya itu jual beli barang sudah termasuk kegiatan akuntansi. Misal kita punya uang Rp 2.000.000 digunakan untuk beli android yang harganya Rp 1.500.000, sisanya Rp 500.000. Eehh, ada keluaran terbaru tupperware harganya Rp 600.000, ingin beli tapi tidak cukup karena kurang Rp 100.000, ya hutang dulu sama penjualnya. Jadi, begitulah analoginya dalam kehidupan sehari-hari, hanya saja kita tidak mencatat secara rinci seperti yang terdapat dalam laporan keuangan.

Sebenarnya pada waktu saya kuliah ambil jurusan Akuntansi ini agak shock, saya harus belajar ekstra untuk memahaminya, mungkin lebih dari teman-teman saya karena pada saat saya SMA, saya ambil jurusan IPA, belajar IPS hanya Ekonomi tapi tidak memperdalam. Jadi, mungkin saya lah yang bertanya terus ke teman-teman. Setiap bertanya ke teman-teman, “eh, kok bisa gini sih, kok bisa gitu sih” ujung-ujungnya mereka bilang, memang begitu dari sana. Ya, saya tidak puas lah kalau jawabannya seperti itu. Akhirnya, saya menjalani semester demi semester penuh dengan pertanyaan “bisa tidak ya”, setelah dijalani bisa lulus juga dari kampus itu. Alhamdulillah.

Ok, lanjut..

Sebenarnya akuntansi itu penting tidak sih? Setelah saya pelajari selama 4 tahun masa belajar, penting banget untuk kehidupan sehari-hari di kalangan semua profesi bahkan untuk diri pribadi. Misal bagi yang mau lanjut sekolah, mesti memperhitungkan uang yang disimpan cukup atau tidak.

Nah, kalau kalangan ibu rumah tangga lebih puyeng lagi mengatur keuangannya karena yang dipikirkan banyak, mulai dari keperluan anak sampai suami, kalau bisa jangan sampai mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, belum lagi kalau ada keperluan mendadak seperti ada sumbangan untuk orang meninggal ataupun ada hajatan lainnya. Lain hal nya dengan pimpinan perusahaan, dia harus memikirkan semuanya, contoh restoran rumah makan.

Bahan-bahan utama dan pelengkap semua didapat karena beli dulu dengan menggunakan modal meskipun ada juga karena dari sumber daya alam yang mereka punya misal pertanian dan peternakan. Kemudian, para karyawannya termasuk, kasir, pelayan, juru masak, tukang delivery order, bahkan staf yang memang di dalam kantor, juga perlu diperhatikan untuk upahnya. Belum lagi pengusaha ini juga memikirkan untuk pembayaran tanah, bangunan, peralatan.

Menurut Wikipedia, Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.

Jadi, kalau menurut saya akuntansi dalam kehidupan sehari-hari adalah seni dalam bagaimana cara menyampaikan aktivitas dalam penggunaan uang sehingga jelas arus masuk dan keluarnya. Lalu sekarang apakah akuntansi memiliki hubungan erat dengan sebuah perusahaan???. Jawabannya akan saya tulis pada tulisan berikutnya. (DY)