4 Tantangan Akuntan dalam Proses Alokasi Modal

Sama seperti ilmu disiplin lainnya, akuntansi merupakan produk dari lingkungannya yang terdiri dari kondisi sosial, ekonomi, politik, hukum dan lain sebagainya karena teori akuntansi ini telah berubah fungsinya yaitu untuk memenuhi kebutuhan dan pengaruh yang terus berubah.

Karakteristik penting dari akuntansi ini adalah pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian informasi keuangan tentang entitas ekonomi kepada pemakai yang berkepentingan. Tanggung jawab yang dipikul akuntan pada dewasa ini lebih besar dari sebelumnya karena entitas ekonomi telah berubah secara signifikan baik dari segi ukuran maupun kompleksitas dan pemakai yang berkepentingan juga telah bertambah secara substansial baik dari segi jumlah maupun keragamannya.

Akuntansi keuangan adalah sebuah proses yang berakhir ada pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk digunakan oleh pihak yang berkepentingan, eksternal maupun internal. Laporan keuangan adalah media untuk menginformasikan keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan agar lebih transparan dalam bentuk angka mata uang masing-masing negara.

Alokasi modal dalam akuntansi ini sangat penting hubungannya tergantung daripada informasi yang diterima apakah buruk atau baiknya. Jadi informasi yang tidak dapat diandalkan dan tidak relavan akan menimbulkan alokasi modal yang buruk yang selanjutnya akan berdampak negatif terhadap pasar sekuritas. Berikut adalah proses alokasi modalnya:

Proses Alokasi Modal Investasi

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh akuntansi ini dapat diambil dari laporan keuangan yang gagal, diantaranya:

Pengukuran Non Keuangan

Non keuangan seperti indeks kepuasan konsumen, informasi tentang pesanan yang belum diproses, atau juga bisa penolakkan barang yang dibeli. Pada zaman dulu sekitar tahun 90an, laporan keuangan tidaklah menyajikan sejumlah ukuran kinerja penting yang biasanya dipakai oleh manajemen.

Informasi yang Berorientasi ke Depan

Sekitar tahun 90an, membuat laporan keuangan menggunakan kata “zaman dulu” untuk menggambarkan pemakaian biaya historis dan pengakumulasian atas kejadian masa lalu.

Aktiva Tak Berwujud

Zaman dulu laporan keuangan hanya berfokus pada aktiva yang berwujud seperti pabrik, persediaan dan lain sebagainya tetapi tidak menyajikan banyak informasi mengenai aktiva tak berwujud.

Ketepatan Waktu

Laporan keuangan hanya disajikan secara kuartalan dan diaudit disediakan sekali setahun.

Keempat inilah tantangan yang harus dihadapi oleh para akuntan sehingga harus menyediakan jenis informasi yang dibutuhkan untuk mengefisienkan proses alokasi modal. (DY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *