4 Kendala Utama dalam Proses Pelaporan Informasi Akuntansi

Pelaporan Informasi Akuntansi

Dalam menyediakan informasi akuntansi yang mengandung karakteristik kualitatif agar menjadi berguna, terdapat dua kendala utama yang biasa menjadi perhatian khusus yaitu hubungan biaya manfaat dan materialitas. Dua kendala penting lainnya termasuk lingkungan pelaporan adalah praktek industri dan konservatisme. Berikut adalah penjelasannya:

1. Hubungan Biaya Manfaat (Cost Benefits Relationship)

Biaya penyajian suatu informasi harus dibandingkan dengan manfaat yang didapat dari penyajian tersebut. Dimana biaya tidak melebihi manfaat penyajian informasi yang diperoleh. Informasi harus memiliki manfaat yang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan informasi tersebut. Permasalahannya adalah kita sulit mengukur manfaat dan sebuah informasi, namun relatif lebih mudah menghitung biaya yang dikeluarkan untuk mempersiapkan informasi tersebut.

Ada banyak jenis biaya termasuk biaya pengumpulan dan pemrosesan, biaya penyebaran, biaya auditing, biaya litigasi yang potensial, biaya pengungkapan kepada pesaing dan biaya analisis serta interpretasi. Manfaat ini diperoleh dari pembuat laporan keuangan (dalam hal pengendalian manajemen dan akses terhadap modal yang lebih besar) dan pemakai laporan keuangan (dalam hal alokasi sumber daya, penilaian pajak, dan regulasi tarif pajak).

Berikut adalah batasan-batasan supaya biaya pelaporan melebihi dari manfaat menurut Special Committee on Financial Reporting AICPA:

  • Pelaporan bisnis tidak boleh memasukkan informasi yang berada di luar keahlian manajemen.
  • Manajemen tidak boleh diwajibkan untuk melaporkan informasi yang akan membahayakan keunggulan perusahaan secara signifikan.
  • Manajemen harus menyediakan informasi yang bisa meramalkan masa depan keuangan perusahaan.
  • Manajemen seharusnya melaporkan informasi yang diketahuinya.
  • Unsur dari pelaporan bisnis ini hanya bisa dilaporkan kalau adanya persetujuan antara pihak manajemen dan pemakai.
  • Perusahaan tidak perlu melaporkan informasi yang orientasinya ke masa depan kecuali hal litigasi karena informasi semacam ini merupakan alat yang efektif untuk menghindari kemungkinan terjadinya.

2. Materialitas

Kendala ini berhubungan dengan dampak suatu item terhadap operasi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Akuntansi hanya menyajikan informasi penting, yaitu informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pengguna. Informasi dikatakan materialitas jika pengungkapan informasi tersebut diperkirakan dapat menyebabkan keputusan yang berbeda dengan keputusan yang diambil.

Materialitas dapat dilihat dari 2 aspek, yaitu:

  • Pendekatan ukuran (size)
  • Pendekatan kriteria perubahan

Informasi dipandang material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar laporan keuangan. Materialitas juga merupakan faktor yang penting dalam banyak keputusan akuntansi internal. Hanya dengan menerapkan penilaian yang baik dan keahlian professional jawaban yang tepat dan rasional dapat ditemukan.

3. Praktek Industri

Masalah yang juga sering muncul dan perlu dipertimbangkan dalam penyajian laporan keuangan adalah praktik industri tertentu yang sering kali menyimpang dari teori dasar akuntansi. Masing-masing industri memiliki karakteristik pelaporan yang berbeda, hal ini akan menimbulkan kesulitan pengguna membandingkan laporan keuangan perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Jadi, setiap kali menemukan pelanggaran atas teori dasar, kita harus menentukan terlebihi dahulu apakah pelanggaran tersebut dapat dijelaskan oleh sejumlah karakterisktik unik dari industri sebelum menuduh prosedur yang digunakan.

4. Konservatisme

Merupakan prinsip ke hati-hatian dalam suatu keadaan tidak pasti untuk menghindari optimisme yang berlebihan dan manajemen dan pemilik perusahaan. Artinya, jika ragu maka pilihlah solusi yang sangat kecil kemungkinannya akan menghasilkan penetapan yang terlalu tinggi bagi aktiva dan laba. Perusahaan haruslah menggunakan teknik yang menghasilkan nilai aktiva dan pendapatan yang rendah atau yang menghasilkan nilai hutang dan biaya yang paling tinggi.

Konservatisme mempunyai 2 (dua) kaidah pokok, yaitu :

  • Tidak boleh mengantisipasi laba sebelum terjadi, tetapi harus mengakui kerugian yang sangat mungkin terjadi.

Contoh :

Dalam kasus hukum kemungkinan >60% memenangkan sejumlah uang, hal ini tidak boleh dicatat sebagai harta sebelum benar-benar diterima uangnya, sedangkan bila >60% kalah dan harus membayar tambahan, maka kerugian dan kewajiban harus segera dibukukan.

  • Apabila dihadapkan pada 2 atau lebih pilihan metode akuntansi, maka akuntan harus memilih metode yang paling tidak menguntungkan bagi perusahaan.

Contoh:

Pada saat inflasi (harga meningkat) maka didalam penilaian perusahaan harus menggunakan metode LIFO bukan FIFO. (DY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *